Menjemput Takdir
Perjalananku sudah sangat jauh sekali. Tapi masih belum ada sesuatu yang ku lukiskan di hidup ini. Selama ini hanya sekedar menjalani hari-hari mengambang mengikuti arus. Seharusnya di usiaku yang sekarang ini, aku sudah bisa menciptakan arusku sendiri. Apakah selama ini Alloh baru menyuruh belajar dari sesuatu yang buruk yang pernah aku kerjakan?
Entahlah, tapi itu yang harus aku terima dan aku mengerti. Dan sekarang kau harus bergerak membuat arusku sendiri, melawan semua kebiasaan-kebiasaan yang terlihat membosankan dan tak sesuai dengan arus otakku ini. Bukan hanya sekedar berfikir, tapi bekerja. Harus berani mengambil segala risiko yang mungkin terjadi.
Prosesku sudah berjalan sangat lama sekali dan seharusnya sudah ada garis-garis yang jelas tentang akhir dari perjalanan ini. Seharusnya bukan kepada takdir aku pasrahkan semuanya, tapi kepada sang pencipta. Allohlah yang menentukan takdir. Aku harus berusaha sekuat tenaga untuk menggerakan tangan ini, baru aku pasrahkan kepada Alloh. Bukan hanya berdiam diri menunggu Alloh menetukan takdir kita untuk menjadi apa. Tapi mulai berjalan menjemput takdir itu dengan usaha dan do'a.
Komentar
Posting Komentar