Malam Ini

Kata anak-anak nulis, kalau gak ada ide buat ditulis itu tandanya hidup ini gak ada yang dirasakan. Apa iya hidup ini sehambar itu? Mungkin ada benernya sih. Ketika jalan pikiran ini terlalu menoton mengikuti apa yang diinginkan keadaan. Saat hanya terfokus pada pekerjaan dan tuntutan untuk menjalani kehidupan. Meninggalkan pekerjaan yang sudah terbiasa dan sedikit membosankan ini bukanlah pilihan. Masalah sebenarnya adalah sebuah zona nyaman yang sudah terbentuk karena sudah memahami keadaan. Ini yang menyebabkan kehidupan ini terasa tak beranjak dan hanya berputar di satu titik saja.
Perlu ada sedikit perjuangan untuk keluar dari zona nyaman ini. Sedikit perjuangan untuk sedikit menderita. Bukan berarti harus meninggalkan segalanya. Tetapi, mengorbankan waktu-waktu santai untuk membuat sesuatu yang baru. Membuang waktu-waktu yang hanya dihabiskan untuk mendengar dan berbicara untuk menghasilkan sesuatu yang bisa dinikmati dalam waktu yang lama.
Malam ini aku mulai memberanikan diri keluar dan mencari sesuatu yang berbeda. Kembali membuat jemariku menari diiringi lantunan lagu-lagu NSC.
Malam ini aku seolah ingin kembali ke masa lalu dan melanjutkan apa yang pernah aku tulis. Kembali ke tujuh tahun yang lalu. Dimana aku sangat bersemangat sekali untuk menulis. Di saat usiaku yang sudah banyak ini, masihkah ada waktu untuk kembali melanjutkan mimpi-mimpi yang tertunda? Ataukah akan seperti dulu hanya cita-cita yang menjadi khayalan karena terlena oleh tipu daya harapan manis yang secara tiba-tiba terhempas begitu saja.
Menulis bukanlah hal yang baru untuk saya, tetapi ini adalah hal yang masih sangat asing untuk saya. Saya bukanlah orang yang pandai merangkai kata-kata. Saya hanyalah mulut yang secara tak sengaja dipinjam orang untuk menyampaikan pemikirannya kepada orang lain. Saya tidak mempunyai hak-hak sepenuhnya dari kata-kata yang saya ucapkan setiap hari. Saya hanya mempelajari dan mencoba mengerti. Apakah layak jika saya kemudian menulisnya kembali?
Akan butuh waktu berapa lama lagi bagi saya untuk benar-benar menuliskan kata-kata yang benar-benar milik saya? Entahlah, yang jelas segala kerisauan hati ini harus dicurahkan.
Nah, akhirnya saya mengerti. Kerisauan hatilah yang akan membuat saya mempunyai kata-kata saya sendiri. Saya tidak perlu lagi memikirkan apa yang akan saya tulis. Yang terpenting hanyalah membiarkan tangan ini terus menulis apa yang ingin keluar dari kepala ini.
Dan inilah jawabannya. Ketika hati ini merasa gelisah, itulah yang membuat hidup ini terasa tidak hambar. Saya sangat menikmati kegelisahan ini dalam kesendirian.

Komentar