Paksakan Bersabar

Terkadang, memang akan ada hal-hal yang benar-benar tidak bisa diterima oleh otak.
Apakah tetap diam dan terinjak?
Ataukah bangkit dan mulai mendaki lagi?
Nafas ini benar-benar terengah-engah karena tidak bisa menerima kenyataan.
Otak benar-benar tidak mau diam dan terus mencari pembelaan untuk tetap marah.
Otak selalu bersikeras bahwa hanya diri ini yang berjuang untuk tidak menyakiti.
Tapi sadarlah nak, dia juga berjuang untuk hal yang sama.
Berjuang memberi yang terbaik.
Sudahlah...
Yang lalu biarlah berlalu.
Bersabarlah dalam senyum dan tawa yang kamu paksakan itu.
Tetaplah memaksa dirimu untuk menerima kenyataan...

Komentar